Keramik Berumur 1.200 tahun Ditemukan di Jambi

ilustrasi – Istimewa
Seorang penambang bernama Pardinal (31) warga Kumun Hilir, Kecamatan Kumun-Debai, Kota Sungaipenuh-Kerinci, Jambi, menemukan pecahan keramik zaman Dinasti Tsung China yang telah berumur 1.200 tahun.

“Pecahan keramik berupa dasar mangkok yang ditemukan dan disimpan Pak Pardinal ini merupakan peninggalan abad VI atau sekitar 1.200 tahun lalu. Ini temuan luar biasa dan semakin mempertegas tingginya peradaban kebudayaan dan hubungan sosial mayarakat Kerinci di masa itu,” kata Iskandar Zakaria, peneliti kebudayaan Kerinci di Sungaipenuh, Minggu (15/4/2011)

Sedangkan satu pecahan lagi yang ditemukan Pardinal berupa piring adalah peninggalan Dinasti Tsing sekitar abad ke-12.

Pardinal, penambang pasir dan batu di Sungai Buntung, menemukan benda kuno itu pada kedalaman yang berbeda.

Saat itu dia memapas dan meratakan sisi bukit untuk mendirikan “mahung” (pondok) dan areal parkir bongkar muat truk para pembeli pasir dan batu pada tahun 2006 lalu.

Pecahan pertama ditemukannya di kedalaman penggalian sekitar 4-5 meter sedangkan pecahan kedua saat penggalian baru tiga meter.

Kedua benda tersebut, menurut Iskandar, telah membuktikan mayarakat Kerinci masa lampau telah memiliki hubungan dengan negeri China, entah dalam perdagangan, religiusitas, atau kekerabatan.

Menurut Iskandar, tentang hubungan kekerabatan, bisa saja benda-benda tersebut adalah benda bawaan dari Yunan daratan China bagian Selatan (kawasan Mongol dan Tibet) yang menurut teori adalah daerah asal angkatan pertama nenek moyang suku Melayu di Indonesia.

Iskandar sangat bangga dengan apa yang dilakukan Pardinal yang telah menyelamatkan dan menyimpan berbagai barang peninggalan masa lampau.

Pardinal mengaku telah menemukan belasan benda yang diyakininya adalah benda cagar budaya.

Sebagian ada yang berhasil dijaga dan disimpan, tidak sedikit pula yang telah hilang atau dibuang rekan-rekannya sesama penambang, bahkan ada yang dijual diam-diam oleh rekannya kepada makelar barang antik dengan harga jutaan rupiah.

“Karena itulah kami mengharapkan Pemkot Kota Sungaipenuh segera mengapresiasi dan bersikap membuat kebijakan terhadap kawasan seputar batu Seilindrik ‘batu gong’ ini ditetapkan sebagai kawasan situs purbakala atau situs budaya, guna menyelamatkan kemungkinan masih tersisa banyak benda-benda cagar budaya lainnya di bawah tanah sini,” kata Iskandar.(uj/an)

About merlung

sebuah kota kecamatan
This entry was posted in sejarah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s