Tantangan Masyarakat Desa menghadapi Modernisasi

sumber : ElshimaSihombing.blogspot.com
Ketika kami
tiba di desa ini tahun 1990an, masih teringat dengan jelas bagaimana keadaan
desa ini, penduduk yang ramah tamah, masih terdapat banyak pepohonan nan
rindang, penduduknya asli didominasi sebagai petani dan aparat pemerintahan, dan
para pendatang kebanyakan sebagai pedagang, meskipun pada saat itu kami belum
memahami benar kebudayaan di tempat ini namun seiring dengan berjalannya waktu
kami pun dapat beradaptasi dengan lingkungan dan budayanya, khususnya anak suku
pedalaman (kubu) yang sederhana dan suka hidup berpindah-pindah, asyik, seru,
bahkan saya selalu tersenyum ketika mengingat semua itu.Setelah sembilan
tahun saya meninggalkan tempat ini (Tahun 2001-2010), banyak sudah perubahan
yang terjadi baik perkembangan positif maupun negatifnya. Dahulu dengan mudah
kami mendapatkan sayur mayur, buah seperti mangga, durian, cempedak, dan
palawija lainnya, lalu bagaimana sekarang? berubah total, lahan kosong berubah
menjadi pohon kelapa sawit, semua serba pohon kelapa sawit, ternyata masyarakat
lebih tertarik dan tergiur dengan harga kelapa sawit yang tinggi dengan merubah
lingkungannya dengan tanaman tersebut. Dengan uang yang mereka miliki dapat
membeli kebutuhan pokok dengan mudah dipasar tanpa harus menanam dan menunggu
ladang lagi.

Kecamatan Merlung Merupakan Masyarakat Majemuk yang
mempunyai banyak budaya, adat istiadat, penduduk asli merupakan suku melayu yang
mana banyak mengikuti tradisi melayu, yamg khas untuk merlung adalah upacara
pernikahan, gotong royong,.

Perekonomian di Kecamatan Merlung paling
utama di dukung oleh bidang pertanian, dimana terdapat perkebunan kelapa sawit
yang besar baik perusahaan maupun kebun plasma milik rakyat, diikuti perkebunan
karet yang ada sejak dulu yang mana rata rata di miliki rakyat/ sektor lain
yaitu dagang dimana merlung merupakan pusat perdagangan Tanjung Jabung Barat
Bagian ulu, hingga saat ini pun masyarakat masih melakukan hal
tersebut.

Letak desa yang strategis dimana tepatnya dipersimpangan lintas
timur membuat desa ini cepat berkembang ditambah lagi pendapat di daerah ini
boleh dikatakan besar terutama pada sektor perkebunan ( Sawit dan Karet ), tapi
tidak hanya dampak positif yang timbul, dampak negatif juga ikut timbul pada
pola kehidupan masyarakat di desa ini.

Apakah sanggup untuk tetap
mempertahankan budaya dan tradisi yang ada? patut kita pertanyakan. Dari merlung
menuju kota jambi begitu dekat, desa merlung terletak di pinggir jalan lintas
timur yang sudah tentu budaya modern begitu mudah masuk, desa Merlung yang
merupakan ibu kota kecamatan pusat perekonomian yang tentu tidak hanya
masyarakat sekitar yang datang ke desa Merlung ini, media elektronik seperti
televisi, hp yang bukan lagi dianggap barang mewah. Kendaraan yang hilir mudik
mempermudah keluar masuk desa ini.

Dapat kita lihat adanya perubahan yang
walaupun itu sedikit tapi tampak. Lihat saja cara berpakaian remaja zaman
sekarang yang kadang kala tak menghormat tradisi kita tradisi bangsa Indonesia
pada umumnya, Tata krama yang mulai memudar. Tak hanya itu sudah mulai tampak
seperti adat penikahan yang masyarakat lebih cenderung untuk tradisi ala modern,
menggunakan musik modern sebagai hiburan saat acara pernikahan.

Banggakah
kita dengan budaya kita? Seharusnya jawabannya adalah ya, karena itulah
indentitas kita. Budaya kita diajarkan untuk bagaimana untuk bertata krama,
bagaimana untuk tidak mengarah pada materialis. Bagaimana kita menghormati,
menghargai orang lain, bukan untuk mengajarkan budaya pamer.

Ayolah
pemuda, masyarakat desa merlung pada khususnya, Indonesia pada umumnya untuk
dapat mencintai, menghargai budaya kita sendiri. Kita memang banyak tantangan di
era modern ini untuk dapat mempertahankan buadaya asli kita. Tapi kita juga
banyak cara untuk dapat mempertahankan budaya asli kita. Tak usah kita terapkan
budaya pamer, materil tapi budayakanlah budaya sederhana. Kita boleh menerapkan
budaya modern tapi kita harus bisa memfilternya.

About merlung

sebuah kota kecamatan
This entry was posted in Merlung's Files. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s