Cedera Otak, Gadis Malaysia Bisa Empat Bahasa

“Bahasa aneh” itu ternyata campuran Bahasa Jepang, Korea, China, dan Indonesia.

Dia mendadak bisa bicara dalam bahasa asing yang tak dipahaminya. (Ilustrasi otak)

Seorang gadis berusia 17 tahun mengalami kondisi tak biasa pasca kecelakaan yang menyebabkan cedera di bagian kepala. Ia bicara dengan “bahasa aneh” yang ternyata gabungan dari Bahasa China, Jepang, Korea, dan Indonesia. Demikian disampaikan Harian Metro, yang dimuat kembali situs berita Malaysia, oleh The Star, Kamis 9 Februari 2012.

Saat insiden kecelakaan terjadi, Noraini Ismail — nama gadis itu, sedang mengendarai sepeda motor, berboncengan dengan saudara lelakinya. Nahas, kendaraan mereka menabrak truk di kawasan Besut, bulan lalu.

Noraini lantas dirawat di Rumah Sakit Universiti Sains Malaysia di Kubang Kerian. Ia sempat tak sadarkan diri selama 11 jam. Dokter menemukan gumpalan darah di bagian otaknya.

Ibunya, Mansena Daud (48) mengatakan, hasil scan kedua yang dikeluarkan rumah sakit sama menunjukkan gumpalan itu telah hilang. Namun kondisi Noraini memburuk, bahkan tak bisa bicara.

Tak lama kemudian ia membaik, dan mulai bisa bicara. Tapi kata-kata yang meluncur dari mulutnya tak bisa dimengerti. Bahkan Noraini sendiri mengaku merasa aneh, saat ia bicara dalam bahasa yang juga tak ia pahami.

Sementara seperti dimuat New Straits Times, Mansena mengatakan, putrinya itu hanya bisa bicara bahasa asing dari pagi hingga petang, pukul 18.00. “Bahasa yang digunakannya berubah setiap hari. Kami baru mengetahui, bahasa apa yang akan ia gunakan, setelah ia Salat Subuh,” kata dia.

Karena sering tak mengerti omongan putrinya, Mansena dan keluarganya menggunakan bahasa isyarat.

Tak hanya bicara, selera makan Noraini pun berubah pasca kecelakaan. Ia kini lebih suka makan ikan dan minum susu kedelai, makanan favoritnya dulu, petai dan kecap “budu” sama sekali tak disentuh.

Ia juga makin feminin, tak tomboy seperti sebelumnya. “Makin hormat pada orang tua,” kata Mansena.

Saat diwawancarai wartawan, Noraini bicara Bahasa China bercampur Indonesia. “Saya bingung dengan kemampuan bahasa asing saya yang mendadak,” kata dia.

Padahal, ia sama sekali tak belajar bahasa-bahasa itu. Meski, ia mengaku gemar nonton drama Korea dan China di televisi sebelum celaka. “Tak pernah terlintas dalam benak, saya bisa bicara dalam bahasa yang sama dengan para aktor dalam drama itu.”

Kini, Noraini akan memanfaatkan bakat barunya itu. Ia sudah minta pada orang tuanya untuk pindah sekolah, ke sekolah berbahasa China

About merlung

sebuah kota kecamatan
This entry was posted in Aneka Ragam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s