Misteri “Orang Pendek” di Riau?

Seorang saksi, pekerja tukang bangunan, berbagi kisahnya.

Rekonstruksi wajah Homo florensiensis, spesies orang pendek di Flores

Rekonstruksi wajah Homo florensiensis, spesies orang pendek di Flores (floresgirl.com)
Keberadaan “Orang Pendek” punya cerita tersendiri di berbagai daerah. Sama seperti kawasan lainnya, Riau juga punya kisah dan fakta menarik.

Menurut penelusuran VIVAnews ke sejumlah narasumber, keberadaan “Orang Pendek” di Riau memang diakui. Tapi, tak sedikit pula yang menyakininya sebagai mitos.

Seperti diungkapkan Ade, pekerja bangunan. Menurut pengakuannya, ia pernah melihat langsung “Orang Pendek” saat bekerja di kawasan hutan Zamrud, Kabupaten Siak, Riau.

“Kejadiannya sekitar tahun 2007. Waktu itu, saya diajak kawan bekerja membangun kantor Badan Otoritas Bersama (BOB),” kisahnya pada VIVAnews.

BOB merupakan perusahaan konsorsium PT Bumi Siak Pusako dan PT Pertamina Hulu yang mengeksplorasi kandungan minyak di kawasan Zamrud.

“Tempat kerja kami itu berlokasi di dalam kawasan hutan. Setelah selesai kerja, sekitar pukul 5 sore, kami pergi cari burung. Waktu itulah, saya melihat orang pendek ini (di hutan). Mereka jumlahnya tiga orang,” kata Ade.

Saat itu, dia beserta keempat kawannya tidak berani mendekati “Orang Pendek” itu. “Kami terdiam, takut. Bola mata kami hanya melihat mereka melintas. Jalannya sangat cepat,” kenang Ade.

Dari sosok yang ia lihat, menurut Ade, ketiga orang pendek itu tingginya sekitar satu meter. “Mereka tidak memakai baju. Badannya dipenuhi bulu-bulu hitam,” ujarnya.

Dan, kaki mereka memang terbalik. “Jari kakinya menghadap ke belakang. Itu yang membuat kami takut dan bergeming,” tukas Ade.

Penelitian 1998

Juru Bicara WWF Riau, Syamsidar menyebutkan, bahwa cerita “Orang Pendek” ini pernah juga jadi pembicaraan kalangan masyarakat di kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, yang juga disebut Bukit Tigapulah.

Taman Nasional ini terletak di provinsi Riau dan Jambi. Taman seluas 143.143 hektar ini terdiri dari hutan hujan tropis, dan terkenal sebagai tempat terakhir spesies terancam, seperti orangutan Sumatera, harimau Sumatera, gajah Sumatera, badak Sumatera, tapir Asia, beruang madu dan berbagai spesies burung yang terancam.

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh juga merupakan tempat tinggal bagi Orang Rimba dan Talang Mamak.

“Karena cerita ini pernah mencuat, pada tahun 1998, ada salah seorang peneliti datang untuk meneliti keberadaan orang pendek ini,” papar Syamsidar pada VIVAnews.

Hanya saja, hasil penelitian tersebut tidak dipublikasikan karena peneliti gagal menemukannya. (sj)

“Orang Pendek” Riau Adalah Orang Bunian?

Orang Bunian dikenal sakti. Bisa menghilang seketika. Seperti hantu.

Warga suku Anak Dalam, Jambi (ilustrasi)

Warga suku Anak Dalam, Jambi (ilustrasi) (Antara/ Tatan)

Di Riau, cerita “Orang Pendek” kerap dikaitkan dengan Orang Bunian. Namun, keberadaan Orang Bunian ini lebih kepada hal-hal mistis. Penasaran?

Bermula di dekat dusun Bagan Benio, Desa Tasik serai, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, ada sebuah kawasan yang dinamakan Kampung Bunian.

Syahril (59 tahun) mengaku, memiliki banyak saudara di Bagan Benio. Nah, warga di dusun ini dulunya banyak berasal dari Kampung Bunian.

“Jadi, mereka bercerita pada saya, di Kampung Bunian, banyak lelaki remaja yang dilaporkan hilang. Konon katanya, mereka berkeluarga dengan Orang Bunian. Setelah itu mereka hilang, dan tak pernah terlihat lagi,” cerita Syahril.

Karena itu, lama-lama kelamaan warga resah dan sedikit demi sedikit berpindah ke Bagan Benio. Sekarang Kampung Bunian itu, yang juga dikenal dengan Kampung Alai, menjadi kawasan hutan. “Kawasan hutannya berbeda dengan kawasan hutan lain. Lebih seram,” ungkapnya.

Syahril menyebutkan, mengutip cerita mertuanya, ia pernah melihat Orang Bunian itu. “Kalau kita masuk ke hutan dengan niat tak baik, Orang Bunian itu akan sering menampakkan diri. Memberi petanda bahwa mereka marah,” ujar Syahril.

“Termasuk juga kalau orang mandi telanjang di Sungai. Orang Bunian akan menampakkan sosoknya,” papar dia.

Menurut cerita mertuanya, lanjut Syahril, Orang Bunian tidak jauh berbeda bentuknya dengan manusia biasa.

“Hanya saja, mereka itu seketika bisa menghilang. Ini kadang yang membuat kita yang manusia biasa takut. Karena mengira mereka hantu,” ungkapnya.vvnews

Apakah “Orang Pendek” Riau memiliki kaitan dengan Orang Bunian? Meski secara perawakan berbeda, belum ada yang bisa memastikannya sampai saat ini.

About merlung

sebuah kota kecamatan
This entry was posted in Misteri. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s