Ilmuwan Temukan “Gerbang Neraka”

Fransesco DAndria Rekonstruksi digital Gerbang Neraka

Arkeolog Italia menemukan “gerbang neraka” di daerah di Turki bernama Pamukkale. “Gerbang Neraka” ini diduga digunakan oleh masyarakat Yunani dan Romawi sebagai tempay menggelar ritual persembahan pada dewa tanah.

Pengertian “Gerbang Neraka” pastinya bukan gerbang menuju neraka. Gerbang ini sejatinya merupakan gua, kadang juga disebut “Gerbang Pluto”. Gua ini merupakan bagian dari mitologi Yunani dan Romawi Kuno.

“Gerbang Neraka” ditemukan oleh Francesco D’Andria, profesor arkeologi klasik dari University of Salento, Italia. Gua itu disebut “Gerbang Neraka” karena adanya gas beracun yang keluar darinya, mengakibatkan kematian pada hewan yang terjebak.

Sifat racun gas yang keluar dari gua itu pernah dicatat oleh ahli geografi Yunani Kuno, Strabo (64 SM – 24 M). “GUa ini penuh uap air dan pekat sehingga setiap orang akan sangat sulit melihat permukaan gua. Tiap hewan yang masuk ke dalamnya akan mati secara cepat,” tulis Strabo.

“Saya melempar seekor burung gereja ke dalam gua tersebut dan dalam waktu singkat burung itu kehabisan nafas dan mati,” tulis Strabo mendeskripsikan bagaimana ia membuktikan sifat racun gas dari “Gerbang Neraka”.

D’Andria sendiri membuktikan sifat racun gerbang itu saat ekskavasi. Banyak burung mati saat mereka bergerak mendekati gua. Mereka terbunuh oleh gas karbon dioksida konsentrasi tinggi dalam gua itu.

Alkisah, hanya para kasim Cybele, dewi kesuburan kuno, yang dapat memasuki gerbang itu. Para kasim itu menahan nafas sebisa mungkin sehingga tak menghirup gas racun dari Gerbang Neraka.

D’Andria menemukan “Gerbang Neraka” setelah menjanlankan penelitian arkeologi intensif di Kawasan Cagar Budaya Hierapolis. Didirikan pada tahun 190 SM oleh Eumenes II, Raja Pergamum, Hierapolis diserahkan pada Roma tahun 130 SM.

Kawasan Cagar Budaya Hierapolis terletak di kota Phrygia, berdekatan dengan Anatolia. Kompleks tersebut memiliki banyak kuil, panggung serta pemandian air panas yang dianggap sakral, dipercaya memiliki daya pemnyembuhan penyakit.

D’Andria  seperti dikutip Discovery, Jumat (29/3/2013), mengatakan, “Kami menemukan Plutonium (gerbang) dengan merekonstruksi rute dari mata air panas. Ya, pemandian air panas Pamukkale yang menghasilkan white travertine terrace bersumber dari gua ini.”

Bersama dengan penemuan ini, D’Andria juga menemukan reruntuhan yang mungkin terjadi akibat gempa. Ada pula penyangga semi kolom Ionic, tempat pijakan di atas gua serta prasasti tanda pemujaan dewa bawah tanah, Pluto dan Kore. Temuan sesuai gambaran lokasi dalam berbagi dokumen.

Gerbang Neraka merupakan tempat menggelar ritual. Ritual mencakup prosesi menggiring hewan mendekati gerbang dan menariknya hewan hingga masuk ke dalamnya dan mati. Ritual ini bisa disaksikan publik masa lalu.

“Orang-orang bisa melihat ritual sakral itu dari anak tangga tetapi mereka tak dapat mendekat ke area di dekat mulut gua. Hanya para pemuka agama yang dapat berdiri di depan portal,” ungkap D’Andria

About merlung

sebuah kota kecamatan
This entry was posted in science n Tech. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s