Robot Terbang Terkecil di Dunia

Besarnya seperti serangga. Tak kalah gesitnya.

Robot seranggaPeneliti Universitas Harvard AS mengembangkan robot terbang terkecil di dunia. Mengadopsi bentuk serangga, beratnya hanya beberapa gram, tapi otot sayapnya punya kekuatan elektronik super cepat.

Dilansir BBC, 3 Mei 2013, robot yang dikembangkan dari serat karbon ini dapat digunakan untuk mendukung operasi penyelamatan. Misalnya, menavigasi reruntuhan bangunan melalui ruang sempit serta kemampuan terbang yang gesit, bisa menghindari pukulan manusia.

Dengan performa sayapnya, robot serangga ini mampu melakukan manuver senyap, datang tiba-tiba, melayang di udara hampir tak terlihat. Seperti halnya lalat, sayap fleksibel robot ini dapat mengepakkan sayap 120 kali tiap detik.

Soal performa sayap yang cepat itu, peneliti memanfaatkan bahan muatan listrik pada benda padat (pizoelektrik) khusus, yang menyusut tiap kali tegangan listrik diaplikasikan.

Dengan peralihan tegangan on and off yang sangat cepat itu, peneliti mampu menjadikan material khusus ini dapat berperilaku seperti otot kecil pada sayap lalat yang bergerak begitu cepat.

“Kami membuatnya menyusut dan rileks, seperti halnya otot biologis,” ujar pemimpin peneliti, Dr. Kevin Ma dari Harvard University.

Perbandingan besar robot terbang dengan koin logam. (BBC)

Evakuasi Sampai Pertanian

Tujuan utama penelitian ini untuk memahami bagaimana serangga terbang, bukan untuk membangun robot yang bisa dijalankan. “Tapi, sebagai tujuan akhir, robot serangga bisa mendorong penelitian selanjutnya,” tambahnya.

Meski penelitian hanya untuk mengkaji cara terbang serangga, ia tidak memungkiri, robot itu dapat mendukung evakuasi, pemantauan lingkungan sampai pertanian.

“Mereka bisa digunakan untuk alat pemantauan lingkungan. Robot disebar ke dalam habitat untuk mendeteksi jejak bahan kimia atau faktor lainnya,” ujar Ma.

Saat ini, model robot masih didukung pengisi daya kecil yang ditambatkan pada robot itu. Nah, dalam beberapa tahun lagi, Dr Ma akan membuat versi robot yang sepenuhnya nirkabel.

“Sampai saat itu, proyek penelitian terus menjadi pekerjaan yang menawan, karena kemiripannya dengan serangga alami. Ini adalah pertunjukan seberapa jauh pencapaian kecerdikan rekayasa manusia, untuk meniru sistem alam,” katanya.

Penelitian ini dilaporkan telah terbit di jurnal Science

About merlung

sebuah kota kecamatan
This entry was posted in Golden Books. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s