BATU PERMATA / GEMSTONE

MINERAL
Tentang definisi mineral. Banyak sekali ulasan dan teori dari para ahli tentang definisi mineral ini. Dan dari yang saya ketahui mineral adalah suatu bahan alam atau singkatnya adalah suatu zat yang terkandung dan terdapat dalam alam dengan komposisi kimia yang khas dan biasanya mempunyai struktur bentuk atau kristal yang jelas, yang kadang-kadang dapat berupa bentuk benda padat tertentu. Istilah mineral dapat mempunyai bermacam-macam pengertian, tergantung dari sudut mana kita milihatnya. Tapi yang jelas, mineral adalah kandungan atau campuran dari suatu zat. Dan batu mulia atau batu permata merupakan campuran dari unsur-unsur mineral tersebut yang terproses di bumi secara alami yang memakan waktu ribuan tahun bahkan jutaan tahun yang lalu dan membentuk menjadi benda padat, sehingga menampilkan bentuk atau karakteristik yang menawan dari sisi keindahannya. Setiap mineral memiliki karakter yang tersusun menjadi struktur kristal. Dalam kurun waktu semakin lama mineral terbentuk didalam bumi semakin indah kristal yang dihasilkan.
KRISTAL
Sehari-hari sering kita dengar tapi dalam hal bebatuan, kristal adalah suatu benda yang homogin, berbentuk sangat geometris dan atom-atomnya tersusun dalam sebuah kisi-kisi kristal, karena bangunan kisi-kisi kristal tersebut berbeda-beda maka sifatnya juga berlainan. Kristal dapat terbentuk dalam alam (mineral) atau di laboratorium. Kristal mempunyai bentuk yang agak symetris pada banyak sisinya dan terbatas oleh bidang datar, sehingga memberi bagian tersendiri sifatnya kepada mineral tersebut yang bisa berupa benda padat terdiri dari atom-atom yang tersusun rapi dan dikatakan mempunyai struktur kristalen.
WARNA
Terdapat tiga komponen utama yang mempengaruhi warna pada batu permata : Hue, Saturasi, dan Kecerahan. Ketiga komponen ini dapat menjelaskan secara penuh pada warna batu Permata.
Apabila kita mengatakan “warna” kita sering berbicara tentang Hue, ini merupakan komponen warna yang pada umumnya menunjukkan apakah jika tampak pada warna merah, hijau, biru, kuning, orange dll
Nilai Hue berkisar antara 0 dan 360 derajat. Mereka mengambil nilai-nilai ini karena mereka berada di sekitar lingkaran.
Dari hasil riset para cendikiawan jumlah warna menurut : Biro Standarisasi Nasional (US) 267 daftar nama-nama warna. Berlin & Kay (1969) istilah belajar warna dalam 100 bahasa dan usulan itu ada 11 persyaratan universal warna: putih, hitam, merah, hijau, kuning, biru, coklat, ungu, pink, orange dan abu-abu. Ini adalah hasil eksperimen di Amerika yang dikonfirmasikan oleh pengamat Boynton & Olson (1987). Dan kedua di Jepang dan Amerika oleh pengamat Uchikawa & Boynton (1987). Jumlah discriminable mungkin melebihi 10.000 warna. Tidak semua perbedaan discriminable dipisahkan ke dalam beberapa kategori warna (nama).
Cahaya memberitahu kita bagaimana kecerahan warna yang kuat dan rendah. Misalnya, matahari memiliki tingkat kecerahan yang kuat sementara lilin memiliki kecerahan yang rendah. Warna putih seperti kuning dan memiliki tingkat kecerahan. Seperti warna merah dan biru memiliki media terangnya dan warna hitam memiliki kecerahan rendah.
Warna pada batu permata atau batu mulia terlihat ketika terjadi beberapa proses pemindahan panjang gelombang, beberapa menyerap panjang gelombang spesifik dari spektrum yang dapat dilihat. Spektrum yang dapat dilihat teridiri dari warna merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila dan violet. Ketika terjadi pemindahan panjang gelombang akan mempengaruhi energi dan akan terjadi perubahan warna dan jika permata itu mengandung besi biasanya akan terlihat berwarna kelam, sedangkan yang mengandung alumunium biasanya terlihat berwarna cerah, tetapi juga ada mineral yang berwarna tetap seperti air (berkristal) dan dinamakan Idhiochromatic
Disini warna merupakan sifat pembawaan disebabkan karena ada sesuatu zat dalam permata sebagai biang warna (pigment agent) yang merupakan mineral-mineral yaitu : belerang warnanya kuning; malakit warnanya hijau; azurite warnanya biru; pirit warnanya kuning; magatit warnanya hitam; augit warnanya hijau; gutit warnanya kuning hingga coklat; hematite warnanya merah dsbnya. Ada juga mineral yang mempunyai warna bermacam-macam dan diistilahkan allokhromatik, hal ini disebabkan kehadiran zat warna (pigmen), terkurungnya sesuatu benda (inclusion) atau kehadiran zat campuran (Impurities). Impurities adalah unsur-unsur yang antara lain terdiri dari Ti, V, Cr, Mn, Fe, Co, Ni, Cu, dan biasanya tidak hadir dalam campuran murni, unsur-unsur yang terkonsentrasi dalam batu permata rendah. Aneka warna batu permata ini sangat indah dan mempersona manusia sehingga manusia memberi gelar “mulia” pada batu-batu ini. Sekali lagi, bahwa keindahan ini jangan sampai menjebak bahwa ini sebagai temuan manusia, tapi pandanglah dan ingatlah bahwa semua ini anugerah Illahi……
SKALA KEKERASAN ( MENGGUNAKAN SKALA MOHS )
MOHS = Skala kekerasan yang dipakai untuk menggolongkan jenis batu permata
Contoh : Blue Sapphire dan Ruby adalah batu permata yang ada di kelas 9 mohs sementara berlian ada di 10 mohs.
STAR (bintang) = Adalah bentuk segi empat atau enam (umum) yang terjadi ketika batu permata terkena cahaya. Proses ini terjadi akibat terjadinya pembiasan cahaya. Star tekadang menjadi patokan bagi beberapa pecinta batu. Hal yang perlu diketahui : cara cutting (potong) maupun bentuk batu dan jenis batu bisa dikondisikan untuk menjadi “Star”.
KINCENG = Sebagian orang Jawa Timur menggunakan istilah ini untuk menandakan warna2 yang terjadi akibat adanya garis pemisah yang terjadi secara alami didalam kandungan mineral batu.
CHATAM (catam) = Adalah jenis batu hasil reproses (daur ulang). Batu Chatam tergolong batu yang dibuat kembali, karenanya harganya relatif lebih murah dari batu yang tidak di proses (bentuk) ulang.
DOBLET = Adalah hasil perkawinan dua batu yang biasanya sejenis. Teknologi ini dibuat untuk memperbesar tampilan (phisik) batu. Jenis ini memerlukan keahlian tinggi dan sudah tidak banyak ber edar.
AIR = Adalah bahasa untuk menandakan adanya warna seperti bentuk air yang terpisah di dalam kandungan batu. Biasanya air terjadi di batu2 jenis moonstone, garut maupun batu2 yang berasal dari mineral sejenis. Air bukan samasekali titik (spot) seperti udara. Tetapi pemisahan warna secara horisontal yang memberikan kesan adanya air didalam batu.
SLEKEL = Adalah istilah patahan yang terjadi di dalam batu. Ada yang bersifat alami, ada yang bersifat accident (kecelakaan). yang perlu diperhatikan bahwa sleksel bisa naik ke atas maupun tembus ke bawah.
BURNED = Adalah proses pematangan batu dengan cara dibakar dalam temp tingi atau di bebani kandungan kimia dengan proses khusus. Hanya para akhli yang bisa mengetahui dengan pasti apakah batu tersebut hasil burned atau bukan. Sekali di Burned, maka warna batu akan permanent (tetap) pada warna terakhir di burned.
SKALA KEKERASAN MOHS : Adalah sebuah sifat fisik dari bebatuan, yang dipengaruhi oleh tata letak intern dari atom. Untuk mengukur kekerasan mineral dipakai Skala Kekerasan MOHS.
Berikut ini antara lain uraian dari Skala Kekerasan Mohs :
Skala 1 Mohs : Talk, mudah digores dengan kuku ibu jari
Skala 2 Mohs : GIPS, mudah digores dengan kuku ibu jari
Skala 3 Mohs : Kalsit, mudah digores dengan pisau
Skala 4 Mohs : Fluorit, mudah digores dengan pisau
Skala 5 Mohs : Apatit, dapat dipotong dengan pisau (agak sukar)
Skala 6 Mohs : Ortoklas, dapat dicuwil tipis-tipis dengan pisau dibagian pinggir
Skala 7 Mohs : Kwarsa, Zamrud,Hematite dapat menggores kaca
Skala 8 Mohs : Topaz, dapat menggores kaca
Skala 9 Mohs : Ruby, Safir, Korundum, dapat mengores topaz (batu permata
delima, corak biru batu nilam/safir)
Skala 10 Mohs : Intan, dapat menggores korundum Bentuk Kristal Intan ialah benda padat besisi delapan (OKTAHEDRON)
Peneliti mineral terkenal, Mr.K.E. Kinge (1860) menyampaikan pengelompokan Batu Permata atau sering kita sebut Batu Mulia yang dijadikan barometer sebagai perhiasan dikatagorikan dalam lima kelas, antara lain :
  1. Batu permata Kelas I (Diamond, Ruby, Safir, Topaz, Chrysoberyl Cubic Zirconia) Nilai Kerasan antara 8 s/d 10 Skala Mohs
  1. Batu Permata kelas II (Beryl, Zircon, Zamrud, Aquamarine, Amethyst, Garnet, Spinel,Quartz) Nilai Keras antara 7 s/d 8 Skala Mohs
  1. Batu permata Kelas III (Lapiz Lazuli, Citrin,Tourqis) Batu permata kelas ini tergolong jenis batu mulia dan batu mulia tanggung, nilai kerasnya kira-kira 7 Skala Mohs, sebagian besar terdiri dari asam kersik (kiezelzuur).
  1. Batu- Batu mulia Tanggung yaitu batu kelas IV (Phenakite Beryl Quartz Peridot moonstone Opal), nilai kekerasan antara 4 – 7 5 Skala Mohs.
  1. Batu kelas V nilai kerasnya dan kadar berat jenisnya sangat berbeda-beda. Warnanya gelap (kusam) dan kebanyakan agak keruh, tidak tembus cahaya, batunya sedikit mengkilap, dan harganyapun amat murah bila dibandingkan dengan harga batu mulia. Dalam kelas ini termasuk batu marmer dan batu kelas V tidak tergolong batu mulia. Contohnya adalah Batu Akik.
TENTANG BATU PERMATA
Batu permata
Adalah sebuah mineral yang dibentuk dari hasil proses geologi alami yang memerlukan waktu beribu-ribu tahun bahkan berjuta-juta tahun yang lalu dan unsurnya terdiri atas satu atau beberapa komponen kimia.
Di Indonesia hanya beberapa tempat yang mengandung batu permata antara lain di provinsi Banten dengan Kalimayanya, di Lampung dengan batu jenis-jenis anggur yang menawan dan jenis cempaka, di Pulau Kalimantan dengan Kecubungnya (amethys) dan Intan (berlian).
Batu permata mempunyai nama dan karakteristik yang beraneka ragam dan diklasifikasikan menurut kekerasannya yang dikenal dengan Skala Mohs dari 1 sampai 10. Permata yang paling diminati di dunia adalah yang berkristal yang selain jenis batu mulia seperti Berlian, Zamrud, Ruby dan Sapphire dan batu-batu akik jenis anggur seperti Biru Langit, bungur atau kecubung yang berasal dari Tanjung Bintang, Lampung saat ini banyak di buru oleh para kolektor karena kualitas kristalnya.
Perbedaan antara batu biasa dengan batu permata adalah keindahan, kekerasan, keunikan dan kelangkaan yang menjadi ciri khas batu permata serta reflect terhadap cahaya hingga memancarkan warna yang menawan. Batu permata merupakan mineral yang berbentuk batu yang kasar yang didalamnya bercacat kristal yang berada di bawah permukaan bumi. Setiap batu permata memiliki komposisi kimia dan struktur atom yang dapat dibedakan antara batu permata satu dengan yang lainnya.
Ahli dalam memoles dan meng-cutting sangat di butuhkan untuk dapat menonjolkan keindahan batu permata. Ia juga harus hati-hati mempertimbangkan batu dari kekerasan, pembersihan, birefringence, perpecahan, flaws dan inclusions. Potongan yang digunakan tergantung pada apakah adalah batu permata berwarna, transparan, buram, atau terang dan apakah permainan warnanya kuat atau kemilau dan apakah itu batu cat eye atau starr.
Hasil dari cutting cabochon yaitu permukaannya halus dan berbentuk bulat atau garis luar yang melengkung. Cutting cabochon sering di gunakan untuk batu permata yang mempunyai warna yang transparent (opaque), jelas (translucent), mempunyai warna yang kuat atau mempunyai efek mata kucing (cat eye) atau bintang (star). Batu permata yang belum dipasang kerangka/ ring (loose gemstone) mempunyai cahaya yang berkilauan seperti kaca (vitreous). Berarti jumlah bias cahaya yang bengkok pada batu permata/gemstone dapat disebut refractive index (RI) dan dapat diukur dengan refractometer. Sedangkan perbedaan antara minimum dan maximum RI disebut bias ganda (birefringence) batu permata.
Sebuah Batu permata/gemstone secara relative harus keras dan cukup tahan terhadap perubahan kimia. Karena keras dan daya tahan merupakan salah satu karakteristik utama yang digunakan untuk menentukan batu permata/ gemstone.
Rongga-rongga yang berbentuk serat atau serabut pada batu permata/gemstone, contohnya seperti shappire yang diberi cahaya lalu merespon cahaya itu dan membuat efek bintang/star. Enam (6) bias sinar bintang/star yang dihasilkan shappire menghasilkan 3 serat yang sejajar. Dan peng-cutting juga terkadang dapat membuat duabelas(12) bias sinar bintang/star pada sapphire.
Nilai batu permata ditentukan oleh jenis , warna, kejelasan, ukuran, kelangkaan, popularitas dan berat. Batu permata dihitung dalam carats (seperlima dari satu gram).
Bagaimana membedakan batu permata asli dengan sintetik
Biasanya bebatuan asli mempunyai ciri-ciri yang menarik seperti “inclusion”, warna, kekerasan, dan bentuk yang berlainan dari batu sintetik. Untuk pengetahui semua, terdapat dua cara permata buatan manusia dihasilkan. Pertama, secara sintetik dimana batuan asli dileburkan dan dibentuk kembali dan kedua secara immitation (tiruan) yaitu batuan asli dicampur dengan bahan lain seperti kaca. Batuan sintetik masih lagi dianggap sebagai permata yang berharga kerana bahan asalnya merupakan batu asli.
Perbedaan pertama ialah, batuan sintetik biasanya tidak mempunyai “inclusion”. Inclusion ialah kesan seakan-akan retak (crack) atau buih (buble) atau terdapat benda asing di dalam batu (seperti tourmalined and rutilated inclusion) atau lamella (kesan seperti cap jari) atau “microcrystalline aggreget” (seperti rekahan).
Inclusion berbentuk serabut benang berwarna putih pada blue-lace agate.
Ferocolumbite inclusion pada Sapphire yang berbentuk seperti bintik hitam.
Pyro inclusion” pada ruby membentuk kesan kekuningan.
Amethyst inclusion” memberi kesan warna ungu pada quartz yang berwarna putih.
Salah satu ciri emerald (zamrud) dari Columbia ialah inclusion yang dinamakan jardin. Jardin memberi kesan seperti rekahan, buih dan atau bintik kehitaman pada emerald.
4 MACAM KRITERIANYA BATU PERMATA TIDAK ASLI
1. BATU MASAKAN
Sesuai dengan namanya “batu masakan” berarti batu ini dimasak supaya lebih yahud atau lebih bagus tampilannya sehingga layak untuk dijual. Cara memasak batu adalah berbeda-beda menurut jenis batu dan kokinya. Bahasa lebih kerennya batu ini di treathment seperti batu safir agar lebih biru maka batu ini dimasak dengan cara dioven dengan suhu tertentu dan ditambahkan unsur kimia tertentu ( yang akan kita bahas pada tulisan yang lain ) maka akan menjadi lebih biru menyala dan bisa menjadi king safir masakan. Secara tradisional yaitu yang dilakukan perajin batu permata india mereka biasa membakar dengan panas dan waktu tertentu batu kalsedon warna putih kekuningan untuk merubahnya menjadi berwarna coklat kemerahan yang sering kita dengar disini menjadi batu akik yahman darah. Biduri sepah warna coklat menjadi merah keunguan. Sedangkan orang thailand biasa merubah batu safir putih agak kekuningan ( silky-milky-sapphire) menjadi kebiru-biruan. Sedang di amerika lain lgi disitu terdapat batu pyrus yang keropos, maka dimasaklah batu murahan tadi dengan larutan fiberglass sehingga menjadi batu stabilized turquoise dan dijamin tahan bantingan. Di Indonesia juga banyak mencampur dan membakar batu yang warnanya kurang bagus menjadi lebih menarik.
Sehingga batu masakan ini adalah batu asli (alami) tapi palsu/ batu non-alami alias masakan.
2. BATU REKAAN
Batu jenis ini adalah batu alami yang kemudian direkyasa oleh perajin dengan cara menambalnya untuk memperoleh efek yang diinginkan. Sebagai contoh adalah batu zamrud asli yang berwarna pucat hijaunya oleh mereka ditambal bagian belakangnya dengan batu sintetis hijau tua. maka simsalabim jadilah batu zamrus siberia yang terkenal dengan harganya yang mahal. Batu safir star yang berwarna putih juga bisa ditambal dengan batu sintetis warna merah atau biru sehingga menjadi blue safir star atau ruby star. Ya kalau sudah dipasang di cincin emas pastilah batu tersebut tidak terlihat dan tak kalah menarik dengan yang asli. Orang Australia menambal batu opal mereka yang tipis-tipis dengan batuan sejenis quartz sehingga lebih menarik. dan rekayasa produk ini dinamakan opal doublet atau opal triplet.
3. BATU TIRUAN
Namanya saja sudah tiruan, dipasar orang sering menyebut batu ini dengan imitasi/palsu karena memang benar 100% palsu. Kenapa dibilang palsu, karena di test secara apapun mulai dari kekerasan sampai dengan bahan kimia untuk struktur mineralnya bukan sama dengan aslinya, misalnya ruby dengan Al2O3-nya maka deganti dengan beling atau porselen. Pedagang dengan tenangnya membohongi pembeli dengan menyebut ini biduri sepah, ini blue safir. Akan tetapi yang dijual hanyalah sebuah kaca atau beling biasa.
Dan Kalaupun hal itu dijual dengan produk kerajinan sih ndak apa-apa. akan tetapi seringnya mereka berbohong soal itu.
4. BATU SINTETIS
Batu sintetis adalah bukan batu yang diproses dengan mesin, pemrosesannya mengambil bahan kimia mineral dari batu aslinya. misalnya batu intan atau diamond dengan struktur kimianya C atau karbon, biasanya dengan mesin yang mempunyai suhu 1500 degree celcius dan tekanan 10000 atm dan dengan waktu tertentu maka jadilah sebuah diamond dengan kekerasan 10 scala mohs, structur kimia akan sama yaitu C dan berat jenisnya pun sama yang membedakannya adalah seratnya ( ciri visualnya) dengan memakai kaca pembesar minimal 10 tergantung dengan ukuran batunya. apabila alami seratnya cenderung melengkung dan kemulusannya agak kurang. Sedangkan batu sintetis garis seratnya cenderung lurus-lurus dan tingkat kejernihannya nyaris tanpa cacat. sebagai contoh adalah American Star.
Nah sebagian pasar yang hampir 80% lebih batu-batu yang dijual adalah seperti diatas, batu asliya..biasanya diumpetin ama pedagangnya..soalnya harganya pastilah mahal..
EMERALD STONE
PERLU DIKETAHUI SEBELUM MEMBELI EMERALD ( ZAMRUD )
Warna (colour) : Yang paling penting untuk menentukan kualitas Batu zamrud adalah warnanya. Warna terbaik untuk zamrud adalah intens hijau terang yang tidak terlalu gelap dan tidak terlalu pucat.
Ukuran (size) : Semakin besar zamrud, semakin berharga. zamrud Sangat kecil dapat dibeli cukup terjangkau, karena ada material kurang, dan juga karena zamrud kecil kurang langka dari zamrud besar.
Potong (cut) : Harga dan nilai sebuah zamrud juga ditentukan oleh kualitas potong tersebut. Akan baik dipotong zamrud dan mencerminkan jumlah maksimum cahaya.
Kejelasan (clarity) : Hampir semua emerald / zamrud alam memiliki jumlah keadaan mendung atau kelemahan internal, yang disebut inklusi.
Perawatan Sintetis dan imitasi (Treatments, Synthetics and Imitations) :
Hampir semua zamrud melalui beberapa jenis perawatan sebelum mereka dibuat menjadi perhiasan. Beberapa pengolahaan ini diterima dan ada yang dianggap curang. Juga karena nilai yang tinggi, zamrud biasanya disintesis di laboratorium. Dan kadang-kadang, seorang penjual tidak jujur, mungkin mencoba untuk menjual batu permata lain sebagai zamrud.
SAPPHIRE STONE
Sapphire ( Bahasa Ibrani : sapir ) adalah bentuk kristal tunggal aluminium oksida (Al2O3 ), suatu mineral yang dikenal sebagai korundum . Safir dapat ditemukan secara alami sebagai batu permata atau difabrikasi pada boule kristal besar untuk berbagai keperluan, termasuk komponen optik inframerah , permukaan jam, jendela yang kuat, dan wafer untuk deposisi semikonduktor seperti nanorod GaN.
Kelompok korundum termasuk aluminium murni. Sejumlah kecil unsur lain seperti besi , titanium , dan kromium memberikan warna biru, kuning, merah muda, ungu, jingga, atau kehijauan terhadap safir. Safir termasuk semua variasi kualitas mineral korundum kecuali yang memiliki warna merah jenuh penuh, yang dikenal sebagai rubi.
Sapphire dan Ruby mempunyai sifat fisik & sifat optik yang sama. Keindahan permata sapphire adalah warnanya. Sapphire termasuk varietas dari keluarga besar mineral corundum yang terdiri atas unsur Alumunium Oxida (AL2O3). Pada dasarnya corundum murni tidak berwarna, semua warna pada batu permata disebabkan oleh unsur kimiawi lainnya yang bergabung saat proses kristalisasi terjadi. Sapphire adalah nama yang diberikan pada semua permata corundum selain ruby. Sapphire yang umum dikenal adalah blue sapphire yang warnanya disebabkan oleh unsur kimiawi besi & titanium. Namun campuran dan komposisi unsur-unsur besi, titanium & chromium yang berbeda dapat menghasilkan sapphire dengan warna yang berbeda seperti oranye, kuning, pink, hijau, coklat, hitam, ungu serta gabungan-gabungan warna lainnya seperti warna “padparadscha” yaitu gabungan pinkish orange atau orange pink sapphire. Cara perbaikan warna banyak dilakukan saat ini dengan proses pembakaran (heat threatment)
SAPPHIRE
Batu Sapphire atau Safir berdasarkan struktur mineralnya adalah bentuk kristal tunggal aluminium oksida, suatu mineral yang dikenal sebagai korundum. Sapphire dapat ditemukan secara alami sebagai batu permata atau difabrikasi pada boule kristal besar untuk berbagai keperluan, termasuk komponen optik inframerah, permukaan jam, jendela yang kuat, dan wafer untuk deposisi semikonduktor.
Hal ini bisa terjadi karena Batu Sapphire memiliki kekerasan yang cukup tinggi yaitu berkisar 9 skala Mohs dibawah batu Intan berkisar skala 10 Mohs.
Menurut penelitian , kelompok korundum termasuk aluminium murni. Sejumlah kecil unsur lain seperti besi, titanium dan kromium memberikan warna biru, kuning, merah muda, ungu, jingga, atau kehijauan terhadap Sapphire.
Sapphire termasuk semua variasi kualitas mineral korundum kecuali yang memiliki warna merah jenuh penuh, yang dikenal sebagai batu Ruby. Batu Ruby pun memiliki kekerasan yang hampir sama yaitu sekitar 9 skala Mohs.
Batu Sapphire yang banyak beredar dipasaran saat ini banyak berasal Birma, Srilangka, Australia, Ceylon, Thailand, Afrika, dan Rusia. Untuk Sapphire yang berasal dari Indonesia kita kenal Sapphire dari Pacitan (Jawa Tengah) dan Kalimantan. Struktur mineral dan serat yang mewarnai dari asal batu-batu Sapphire ini memiliki keunikan dan pancaran cahaya yang masing-masing berbeda, searah dengan sistem kristalnya yang Hexagonal sehingga dapat meramu dan menghasilkan kombinasi keindahan yang mempesona.
Nilai permata Blue Sapphire juga sangat beragam tergantung karakteristik, asal dan keasliannya. Banyak sekarang Sapphire yang diaku asli tapi sebenarnya Sapphire tersebut adalah Sintetis. Maklumlah saat ini banyak pedagang yang potong kompas mengambil keuntungan dan memanfaatkan ketidaktahuan pembeli. Sapphire dipasaran mulai harga Rp 20.000 (sintetis) hingga Jutaan bahkan ratusan juta rupiah. Saat ini harga tertinggi adalah Sapphire Rusia yang harganya bisa mencapai Rp 200 juta, bahkan lebih. Sedangkan harga Black Shappire (Sapphire Hitam), Yellow Shappire ( Sapphire Kuning), atau White Shappire (Sapphire Putih) memiliki harga yang tidak sefantastis Blue Sapphire.
Keunikan dan keindahan Blue Sapphire sangat tergantung pada karakteristiknya variasi warna yang bisa berwarna biru, ungu, kuning, oranye, hitam, bening, dan tentu saja struktur kristalnya yang Heksagonal.
Mitos tentang khasiat dan relevansi pada profesi pemakai :
Batu Sapphire diyakini dapat menjernihkan pikiran, meningkatkan kedamaian, yang dimaksud adalah ketentraman dan damai pada batin. Selain itu diyakini dapat membawa kebahagiaan serta meningkatkan motivasi dan orientasi tujuan hidup. Raja-raja mengenakan Sapphire di leher mereka sebagai pertahanan yang kuat terhadap bahaya (tolak bala). Batu ini akan melindungi pemakainya dari rasa sirik dan membuat mereka merasa dekat ke Tuhan.
Batu ini dipercaya dapat membantu seseorang yang merasa tidak memiliki kesempatan untuk tujuan/akhir yang lebih baik. Untuk kesehatan Sapphire dapat meningkatkan kadar potassium, magnesium, calcium dan melepaskan depresi mental. Sedangkan bila dipakai, Batu Safir cocok dipakai oleh Praktisi bidang keilmuan, perdagangan atau bisnis, serta wirausaha dan eksekutif muda. Karena diyakini pula batu ini memiliki aura yang dapat mengembangkan daya pikir, menumbuhkan inspirasi, serta optimisme pada harapan baru. Tapi ada satu hal yang membuat banyak orang jatuh cinta pada mitos batu safir adalah sebagai MEMBAWA PADA KEKEKALAN ASMARA….
KARAKTERISTIK
Origin
Madagascar, Thailand, Sri Lanka, Ceylon, Burma, Burmese, Australia, India, Kenya, Tanzania, U.S.A., China
Color
Blue light to dark blue, corn flower blue, royal blue, Burma blue, Ceylon blue, loose blue sapphire in all shades of blue.
Refractive Index
1.759-1.778
Chemical Composition
AL2 O3
Hardness
9
Density
4
Crystal Structure
Trigonal
Zodiac Sign
Libra
Planet
Venus
Month
September
Anniversary
5th and 45th
RUBY STONE
Keindahan permata ruby adalah warnanya. Ruby termasuk varietas dari keluarga besar mineral corundum yang terdiri atas unsur Alumunium Oxida (AL2O3). Pada dasarnya corundum murni tidak berwarna, semua warna pada batu permata disebabkan oleh unsur kimiawi lainnya yang bergabung saat proses kristalisasi terjadi. Chromium memberikan warna merah pada batu mulia ruby dan juga fluoresence merah juga menambah kuatnya warna merah tersebut.
Batu mulia ruby memiliki struktur dan inklusi-inklusi mineral yang sering kali memberikan efek khusus (phenomena) seperti star (asterism), membentuk 6 garis saling bersilangan. Daerah Mogok di Myanmar (Burma) banyak menghasilkan ruby berkualitas tinggi selama berabad-abad, yang oleh para pedagang batu mulia disebut sebagai “pigeon blood”. Selain itu ruby juga banyak ditemukan di Srilanka, Australia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Madagaskar, Kenya, Tanzania, serta Zimbabwe.
RUBY CABOCHON
KARAKTERISTIK
Origin
Madagascar, Thailand, Sri Lanka, Ceylon, Burma, Burmese, Australia, India, Kenya, Tanzania, U.S.A., China
Color
red, blood red, vivid red, pigeon blood red, pinkish red, orangey red, loose cabochon ruby gemstones come in all shades of red.
Refractive Index
1.759-1.778
Chemical Composition
AL2 O3
Hardness
9
Density
4
Crystal Structure
Trigonal
Zodiac Sign
Leo
Planet
Sun
Month
January
Anniversary
5th and 45th
RUBY BURMA
KARAKTERISTIK
Origin
Burma, Burmese, Myanmar
Color
red, blood red, vivid red, pigeon blood red, pinkish red, orangey red, loose Burmese ruby gemstones come in all shades of red.
Refractive Index
1.759-1.778
Chemical Composition
AL2O3
Hardness
9
Density
4
Crystal Structure
Trigonal
Zodiac Sign
Leo
Planet
Sun
Month
January
Anniversary
5th and 45th
RUBY STAR
KARAKTERISTIK
Origin
Madagascar, Thailand, Sri Lanka, Ceylon, Burma, Burmese, Australia, India, Kenya, Tanzania, U.S.A., China
Color
red, blood red, vivid red, pigeon blood red, pinkish red, orangey red, loose star ruby gemstones come in all shades of red.
Refractive Index
1.759-1.778
Chemical Composition
AL2 O3
Hardness
9
Density
4
Crystal Structure
Trigonal
Anniversary
5th and 45th
CAT EYE TOURMALINE
KARAKTERISTIK
Origin
Afghanistan, Brazil, East Africa, Nigeria, Mozambique, Madagascar, U.S.A.
Color
Pink, Paraiba, Red, Blue, Orange, Green, Yellow, Black, Bi color, Tri color, and Fancy colors. Tourmaline can be colorless to just about any color, hue, or tone known to man. Loose tourmaline gemstones come in almost any color.
Refractive Index
1.624(+.005, -.005) – 1.644(+.006, -.006)
Chemical Composition
(NaCa)(LI,MgFe,Al)9B3Si6(O,OH)31
Hardness
7 – 7.5
Density
3.06 (.05, +.15)
CAT EYE CHRYSOBERYL
KARAKTERISTIK
Origin
Brazil, India, Myanmar, China, Tanzania, Zimbabwe, Sri Lanka, USA (Colorado)
Color
Yellow, rich gold, honey-brown to apple green
Refractive Index
1.745
Chemical Composition
BeAl2O4
Hardness
8.5
Density
3.73
Crystal Structure
Orthorhombic
Z O D I A C
ZODIAC
GEMSTONE
PLANET
FROM
TO
Aquarius
Garnet
Uranus
January 20
February 18
Pisces
Amethyst
Neptune
February 19
March 20
Aries
Bloodstone
Mars
March 21
April 20
Taurus
Sapphire
Venus
April 21
May 20
Gemini
Alexandrite
Mercury
May 21
June 20
Cancer
Emerald
Moon
June 21
July 20
Leo
Onyx
Sun
July 21
August 21
Virgo
Cornelian
Mercury
August 22
September 22
Libra
Chrysolite
Venus
September 23
October 22
Scorpio
Beryl
Pluto
October 23
November 22
Sagittarius
Topaz
Jupiter
November 23
December 20
Capricorn
Ruby
Saturn
December 21
January 19

About merlung

sebuah kota kecamatan
This entry was posted in Aneka Ragam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s