Ditemukan, Bintang 1.300 Lebih Besar dari Matahari

HR 5171 A, bintang yang berukuran 1.300 lebih besar dari matahari

HR 5171 A, bintang yang berukuran 1.300 lebih besar dari matahari (dailymail.co.uk)
  Sejumlah ilmuwan di Very Large Telescope European Southern Observatory, Chile, menemukan bintang langka di antariksa.

Objek antariksa itu berupa bintang kuning raksasa yang ukurannya 1.300 kali lebih besar dari ukuran Matahari. Bintang yang dinamai HR 5171 A itu disebutkan merupakan salah satu dari 10 bintang terbesar yang pernah ditemukan manusia.

Temuan ini dipandang sangat istimewa sepanjang pengamatan bintang selama lebih dari 60 tahun.

“Pengamatan baru itu menunjukkan bintang ini memiliki pendamping biner yang sangat dekat,” ujar Oliver Chesneau, yang memimpin penelitian ini, dilansir Daily Mail, Kamis 13 Maret 2014.

Saking dekatnya, Chesneau mengatakan, dua bintang raksasa kuning yang ditemukan mirip bentuk kacang raksasa.

Hasil pengamatan ini lantas mendorong tim peneliti untuk menyelidiki hasil pengamatan bintang selama 60 tahun sebelumnya. Tujuannya ingin melihat perilaku bintang langka di masa lalu.

Bintang raksasa kuning ini melengkapi jajaran bintang raksasa lain yang sebelumnya sudah ada, misalnya Rho Cassiopeiae, bintang raksasa yang cukup populer.

Bintang kuning raksasa merupakan salah satu bintang terbesar, paling terang, tidak stabil, dan cepat berubah. Mengingat ketidakstabilan itu, bintang kuning ini mengusir materi keluar, membentuk atmosfer yang luas di sekitar bintang.

Saking besarnya bintang ini, kita yang berada di Bumi dapat secara jelas melihat bintang dengan mata telanjang, meski jaraknya hampir 12 ribu tahun cahaya.

Untuk dapat melihat bintang kuning raksasa ini, peneliti menggunakan teknik interferometri yang menggabungkan kumpulan cahaya dari berbagai teleskop individu, yang secara efektif menciptakan sebuah teleksop raksasa hingga 140 meter.

Dengan menganalisis data kecerahan berbagai bintang dari pengamatan observatorium lain, peneliti dapat mengonfirmasi objek yang menjadi sistem pendamping biner.

Bintang pendamping ini mengorbit HR 5171 A setiap 1.300 hari. Suhu permukaan bintang pendamping diketahui lebih panas dari HR 5171 A. Sementara suhu permukaan HR 5171 A diperkirakan mencapai 5.000 derajat Celcius.

“Bintang pendamping yang kami temukan sangat penting karena punya pengaruh pada nasib HR 5171 A, dalam hal misalnya menanggalkan lapisan luar dan memodifikasi evolusinya,” ujar dia.

About merlung

sebuah kota kecamatan
This entry was posted in Golden Books. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s